Jumat, 20 Februari 2015

Penantian Panjang

Penantian Panjang Dea Febriana Aku termenung di bawah mentari Diantara kehidupan hari ini Ku menanti dirimu Hari demi hari ku lewati Dengan penantian panjang Walau kini aku bimbang Masihkah ada harapan saat ini Penantian.. Hari demi hari semakin hampa Tak ada waktu yang berguna Meski hanya untuk penantian yang sirna Namun, Aku masih yakin tak ada yang tidak mungkin Dan aku masih yakin adanya keajaiban Kini,aku hanya dapat berusaha Berdoa sepanjang waktu Menanti keajaiban yang akan datang Walaupun tiada hasil yang pasti

Mengagumi Tanpa Mengetahui

Mengagumi Tanpa Mengetahui Anggie Nur Safitri Anugrah Langit biru kembali telihat.. embun pagi masih membasahi jendela rumah kicauan kicauan burung terdengar merdu.. matahari terbit dari ufuk timur Sudah berhari hari ku selalu melihat tingkahlakumu mengeluarkan gelak tawa saat melihat kelakuan lucumu.. ingin sekali aku kenal lebih dekat denganmu... entah sampai kapan aku mengagumimu dari jauh Seperti menunggu air laut kehabisan air menunggu mu tau isi hatiku kepadamu aku memang mengenalmu ... tapi kamu ? entahlah... Inilah aku hnya mampu bersembunyi hanya mampu melihatmu dari jauh menjadi penggemar rahasiamu Dan aku tak tau sampai kapan aku begini....

Sajak Putih

Sajak Putih Pengarang: Chairil Anwar Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah…

SATU SELAMANYA

SATU SELAMANYA Oleh Rizki Hendrayani Yang tertinggal hanya gambarmu Di sudut meja kamarku Ditemani dua puisi tentang lara hati Prahara menerjang Kekasihku terhanyut menghilang Meninggalkan semua yang tertanggalkan Tentang tempat surga yang akan kau tunjukkan Tentang gaun putih penuh emas Tentang logam yang akan kau selipkan Gemersik daun jambu tak lagi bunyikan langkah kakimu Hembusan angin tak lagi bisikkan namamu Sinar bulan malam tak lagi samarkan wajahmu Kau takkan kembali Aku pahami Kita takkan bersua Aku berdoa Bukan tentang rasa yang tak lagi sama Bukan tentang kehadiranmu yang tak lagi nampak Ini tentang kau dan dia Tentang kasihku yang hanya satu Kau Satu selamanya

KU INGIN KAU TAHU

KU INGIN KAU TAHU Oleh Neng Nina Kurniawati Rembulan tahhukah kau Apa yang selalu aku pikirkan dikala senja datang Rembulan tahukah kau Siapa yang selalu aku rindukan dikala malam datang Aku hanya ingin kau mengerti tentangku Tentang cerita keluh kesahku Wahai bintang.. Kaupun harus tahu ceritaku Cerita rinduku padanya Pada seseorang yang tidak merindukanku Wahai bintang .. Tanyakanlah pada nya Mengapa ia tak sedikitpun mengerti Mengerti tentang kerinduan ini Mengapa rinduku selalu diabaikan Mengapa perasaanku selalu diacuhkan Entahlah mungkin ini sudah menjadi jalan ceritaku